Situs ini menyajikan informasi lowongan kerja wilayah Jawa Timur & sekitarnya dari berbagai sumber dan perusahaan yang mengontak kami langsung. Seluruh isi/materi lowongan kerja maupun iklan bukan tanggungjawab kami. Untuk itu hati-hatilah terhadap iklan yang menyesatkan dan menjerumuskan.
Kami menerima pemasangan lowongan kerja gratis dari berbagai perusahaan dan pemasangan iklan gratis. Untik pemasangan lowongan kerja dan pemasangan iklan, silakan kirim email pada kami di: admin.jatimjob@gmail.com. Terima kasih
Tampilkan postingan dengan label Tips Melamar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Melamar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2009

Pertanyaan Umum Wawancar - Apakah anda bersedia ditempatkan dimana saja ?

Apakah anda bersedia ditempatkan dimana saja ?
Ini pertanyaan yang sangat krusial, menjebak …
Dan sangat dilematis …

Bagi mereka yang bujangan, berjiwa petualang, suka tantangan dan masih ingin memperluas wawasan pertanyaan ini pasti tidak akan lama dijawab … pasti Ya …

Namun sementara itu … bagi yang lain … mungkin akan berfikir dua-tiga kali …”
Waduh kalo aku berkata Ya dan menandatangani pernyataan ini berarti anda bertanggung jawab dan tidak boleh mangkir, berkilah atau menolak dengan berbagai alasan …
Anda harus siap untuk ditempatkan di … kota kecil, sulit akses komunikasinya, jauh dari kota kelahiran anda, jauh dari kota besar dan seribu satu kekhawatiran yang menghantui hati anda …

Kalo dijawab TIDAK … pasti anda berfikir bahwa kemungkinan anda untuk diterima menjadi lebih kecil … ya memang kenyataannya begitu …
Perusahaan (apa lagi yang berskala nasional) akan lebih suka merekrut orang yang siap ditempatkan dimana saja …

Nah sebelum menjawab pertanyaan ini … anda ada baiknya mengetahui bisnis dari perusahaan yang anda apply … dimana saja kantor cabangnya, bagaimana sebaran produknya, bagaimana jaringan distribusinya, … (do your home work …)
Dari situ anda bisa mereka-reka … kira-kira kota terjauh mana yang paling mungkin anda ditempatkan …
Kalau anda mengapply perusahaan pertambangan … maka pasti anda harus siap ke pedalaman Kalimantan atau ke kawasan lepas pantai di suatu pulau …

Setelah tau kira-kira seberapa “jauh dan pelosoknya” “jaringan” yang dipunyai oleh perusahaan tersebut … maka anda bisa mereka-reka hati anda … sanggup atau tidak …

Yang penting apapun jawaban anda anda harus siap dengan konsekuensinya …
JIKA YA … anda harus siap ditempatkan dipelosok manapun sesuai jaringan perusahaan tsb
JIKA TIDAK … anda harus rela jika nanti dalam penentuan akhir … anda akan sedikit di nomor duakan … anda akan dikalahkan oleh mereka yang siap untuk ditempatkan dimana saja …

http://theordinarytrainer.wordpress.com










Kamis, 10 September 2009

Yang harus diperhatikan dalam Melamar Pekerjaan

Mayoritas teman 1 angkatan saya di SBM sudah lulus, selesai sidang, dan sebentar lagi Wisuda, Selamat untuk mereka yang sudah lulus duluan, saya diundur kelulusannya karena di ITB tidak diizinkan untuk mengambil 2 x NOL sks, sedang saya berhalangan mengikuti wisuda oktober esok, ngga lucu rasanya kalau kuliah capek capek, tapi ngga ada wisudanya.

Ok, sebenarnya saya hendak menulis beberapa tips singkat untuk melamar pekerjaan, berasal dari pengalaman orang orang yang dituturkan ke saya, dan juga yang saya alami.
mungkin, ada baiknya pembaca yang hendak melamar pekerjaan, menuruti tips tips ini,


1.Kirim Lamaran dalam bentuk yang diminta, bisa berupa datang langsung, email, dan juga lewat pos. Jangan sekali sekali mengirimkan FAX terkecuali diminta
2.Jika mengirimkan lamaran lewat email, pergunakanlah alamat email RESMI, mudah diingat, dan reliable, jangan sekali sekali menggunakan provider email gratisan lokal seperti @telkom.net dan @plasa.com karena leletnya naudzubillah dan tidak reliable.
3.Alamat email resmi ini, bisa berupa email yang diberikan sewaktu kuliah, atau email pribadi seperti @yahoo atau @gmail usahakan namanya sopan, jangan bernickname coolguyz@yahoo, justgurlz@yahoo, akuluvdia@yahoo. Sumpah itu 100% NORAK!!! kalau bisa gunakan nama kamu sendiri, semisal email@rendymaulana.com, untuk yang terakhir ini, saya rasa pembaca sudah tau harus pesan dimana, ya di QWords.com gitu loh
4.Kirimkan CV dalam bentuk format .doc / .rtf usahakan isinya lengkap, termasuk gambar, dalam 1 file, dan berikanlah nama kamu di FILE CV itu, semisal, CV_Rendy_Maulana__untuk_Qwords.com.doc
5.Jangan sekali sekali mengirimkan gambar berupa foto atau hasil karya atau sertifikat dengan ukuran yang tidak diresize, percayalah, ngga akan dikoleksi kok, hanya menuh menuhin inbox saja.
6.Jika terpaksa mengirimkan gambar banyak, kompreslah semua file tersebut kedalam file .zip dan beri nama yang jelas, jangan diberi nama file, foto saya.jpg atau chayangrudluvniy.jpg, percayalah, itu akan memperburuk penilaianmu dihadapan pemeriksa CV.
7.Berikan surat pengantar, kenapa kamu kepengen kerja disana, jujurlah dalam berkata, jangan melebih lebihkan sesuatu, jangan juga curhat.
8.Jika kamu mengirimkan surat lamaran lewat POS, pastikan juga tidak ada ijazah / transkrip nilai asli yang terkirim, jika memang terkirim, perusahaan tidak akan pernah mengembalikan dokumen tersebut, bisa jadi dibuang beserta dokumenmu yang lain, jika memang kamu tidak diterima bekerja disana / tidak dipanggil.
9.Usahakan dokumen yang dikirim tidak terlalu banyak, singkat, padat, jelas, jangan juga membuat CV yang bodong, semisal ikut banyak kegiatan dalam satu waktu, yang jika dihitung menurut logika, tidak mungkin.
10.Jika anda adalah seorang aktivis politik, sebaiknya berpikir ulang mengenai lamaran yang anda ajukan, biasanya perusahaan tidak terlalu suka dengan anda, terkecuali untuk posisi posisi tertentu.

sumber: http://www.rendymaulana.com










Tips Melamar Kerja Lewat Internet

Dalam Mencari Kerja melalui internet anda harus memahami trik dan kiat-kiat dalam mencari berita dan data lowongan secara cermat. Langkah-langkah dalam mencari lowongan kerja di internet antara lain:
1. Gunakan koneksi internet yang paling murah. Bisa meminjam tetangga/saudarayang mempunyai koneksi secara unlimited. Jika anda melalui warnet digunakan yang mempunyai harga murah. Atau jika anda mempunyai target untuk mendapat pekerjaan secara cepat berlanggananlah dengan paket sesuai budget anda.
2. Gunakan web browser yang cepat seperti Firefox. Jika ada link yang akan anda buka gunakan klik kanan dan open new windows. Sehingga hasil searching browser tidak tertutup.

3. Catatlah alamat web yang telah anda dapatkan, lalu "bookmark". Maka anda tidak perlu mencari-cari alamat untuk mengunjunginya kembali.
4. Buatlah alamat email. Saran saya gunakan alamat email sesuai dengan nama anda. Gunakan wmail yang gratis tidak masalah. contoh: gmail, yahoo. misalkan nama anda wulan putri intan. Maka buatlah alamat yang sesuai. Misalnya: wulan_putri_intan@yahoo.com, atau wulan_putri_i@gmail.com.Hal ini akan membuat HRD perusahaan yang kita lamar lebih mudah untuk mencaridata anda jika spesifikasi anda sesuai dengan target mereka.
5. Disarankan untuk membuat curriculum vitae menggunakan file pdf atau word. Yang terbaik adalah pdf. Usahakan tidak lebih dari 100kb, maksimal 200kb. Agar memudahkan personalia mendownload CV anda.
Berikut ini beberapa alamat yang cukup baik untuk mencari lowongan pekerjaan.www.jobsdb.com, www.jobindo.com, www.karir.com

sumber: http://ristantow.blogspot.com










Rabu, 09 September 2009

Trik Untuk Curicullum Vitae Terbaik Anda

Berikut ini ada beberapa trik dan tips dari seorang HRD sebuah perusahaan:

BAHASA TULISAN …?

* Tidak selalu CV dalam Bahasa Inggris itu dipertimbangkan. Jika kita berhasil menuliskannya dengan baik dan jelas akan bisa menjadi nilai lebih. Apapun Bahasanya.
* Kecuali kalau diminta untuk menggunakan Bahasa Inggris maka lakukanlah dengan bahasa Inggris
* Buat yang ringkas tetapi menyeluruh menggambarkan diri anda …
* Tebalkan / garis bawahi hal-hal yang penting … !!!
* Untuk jabatan tertentu (marketing, creative team dsb) … CV yang unik, kreatif dan orisinil akan sangat dipertimbangkan …

FOTO … ?

Nggak garuh kok! Kecuali kalo perusahaan tersebut sedang cari SPG atau audisi model iklan – bintang film itu pasti pakai FOTO … bahkan dengan berbagai macam pose malah.
(Bedoa saja : Mudah-mudahan foto anda tidak dipajang di ruang pantry para driver)

PENGALAMAN KERJA …

* Untuk Posisi Management Trainee biasanya Pengalaman Bekerja sama sekali tidak dilihat. Mengapa demikian ??? Agar lebih mudah “Dibina” dan “Dibentuk” … So do not worry.
* Sebaliknya jika kita mempunyai banyak pengalaman kerja tetapi dalam masa kerja yang sebentar-sebentar pun bisa dianggap kutu loncat. So jangan jadi kutu loncat ya …

ALAMAT-NO CONTACT :

* Tulis yang Jelas, sajikan beberapa alternatif. Make sure telfon selalu available. Dan kalo nitip/numpang nomer Om atau Saudara atau Rumah Kost … make sure yang dititipin tau
* Kalo baru dihubungi saja sudah menimbulkan masalah dan bikin BT –> jangan harap CV anda diteruskan … !!!
* Jangan sok sibuk, (kayak direktur aja luh …). Maksud saya sebaiknya jangan sampai anda berkata … “Aduh maaf tanggal segitu akyu nggak bisa, akyu mesti ke dokter gigi, atau “maap mesti nganter Mamah arisan nih” , “MMM mau ada urusan tuuuhhh”, “Aduh itu jadwal ike Manicure ama Pedicure … bisa nggak di rubah … ??? dsb … !!!
* Plis usahakan bisa. Pendek kata … Untuk tahap awal ini … Jangan Merepotkan !!! Jangan Belagu … !!!

ALAMAT E MAIL … ???
Nah ini … kalau bisa buat alamat e mail yang sedikit serius dan profesional … jangan buat email aneh-aneh yang sok Cool seperti nama anak-anak ABG warnet itu … !!! Cemen tau nggak sih !!!
Nggak akan ada ruginya deh bikin yang serius … Toh banyak e mail yang gratisan kan … ?

LAMPIRAN …
Jangan melampirkan sesuatu yang tidak diminta … ini akan merepotkan staff rekrutment. KECUALI memang dokumen itu diminta secara spesifik oleh perusahaan …
Saat ini mungkin TIDAK atau BELUM perlu untuk melampirkan …
o Surat keterangan berkelakuan baik
o Kertas bersegel / materai
o Fotocopy KTP
o Surat keterangan sehat
o Kartu Kuning ?
o Kartu Keluarga
o Akte Kelahiran
o Ijazah kursus montir, komputer, bahasa, menjahit, bon A-B …
o Surat Referensi Kerja …
o Piagam penghargaan … (kecuali yang berskala Nasional)

Tetapi simpan semua dokumen tersebut dalam satu File Holder … yang akan anda bawa nanti ketika mengikuti proses seleksi selanjutnya …

http://theordinarytrainer.wordpress.com










Kamis, 27 Agustus 2009

Mengatasi Interview Kerja dengan Bahasa Inggris (part 2)

Kemarin telah kita bahas mengenai "Mengatasi Interview Kerja dengan Bahasa Inggris (part 1)" yang berisi 14 tips, selanjutnya akan kami berikan tips berikutnya berupa 16 tips lagi.


15. “What is your greatest strength?”. Banyak jawaban untuk pertanyaan ini juga bagus, namun alangkah baiknya jika lebih difokuskan kepada hal-hal yang berhubungan dengan dunia kerja seperti : “my ability to prioritize, my problem-solving skills, my ability to work under pressure, my ability to focus on projects, my professional expertise, my leadership skills, my positive attitude”.

16. “What is your greatest weakness?”. Hati-hati dengan pertanyaan ini. Untuk menggali kelemahan Anda tersebut agar Anda sampaikan, Anda bisa menjawabnya melalui pernyataan-pernyataan sikap-sikap positif misalnya seperti “I tend to expect others to work as hard as I do,” atau “I’m a bit of a perfectionist.” Lanjutkan dengan penjelasannya : “I’ve had trouble delegating duties to others because I felt I could do things better myself. This has sometimes backfired because I’d end up with more than I could handle and the quality of my work would suffer. But I’ve taken courses in time management and learned effective delegation techniques, and I feel I’ve overcome this weakness.” Dengan demikian Anda telah menyampaikan kelemahan Anda sekaligus Anda telah berhasil menanganinya sendiri.

17. “Tell me about your dream job”. Hindari jawaban pekerjaan yang spesifik. Jawaban yang terbaik misalnya adalah seperti “A job where I love the work, like the people, can contribute and can’t wait to get to work“.


18. “What has disappointed you about a job?” . Jawaban terbaik dari pertanyaan ini adalah “The jobs which is not enough of a challenge“.


19. “What qualities do you look for in a boss?“.Jawablah selalu dengan jawaban positif. Namun jawaban yang paling aman dan paling polulair adalah : knowledgeable, a sense of humor, fair, loyal to subordinates and holder of high standards. Karena semua boss berfikir mereka pasti telah memiliki kriteria tersebut.


20. “Tell me about your ability to work under pressure!”. Sampaikanlah bahwa terkadang Anda dapat berkembang ketika bekerja di bawah tekanan dan deadline. Berikan beberapa contoh kasus dimana Anda dapat berkembang dan mempelajari sesuatu atau hal baru yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya, ketika pada saat yang sama Anda dituntut menyelesaikannya dengan batasan waktu.

21. “Why do you think you would do well at this job?”. Sampaikan beberapa alasan yang intinya tentang skills, interest dan experience. Misalnya ketika Anda melamar sebagai seorang geologist, uraikan bahwa Anda adalah lulusan berlatar belakang teknik geologi (skill) dan Anda aktif sebagai anggota hiking (interest) ketika masih kuliah atau Anda pernah magang kerja sebagai geologist di perusahaan multinasional.

22. “What is more important to you: the money or the work?”. Jawaban yang paling tepat dan tidak ada yang lebih baik selain : “Money is always important, but the work is the most important.”


23. “Are you willing to work overtime? Nights? Weekends?” Jawaban dari pertanyaan ini, sepenuhnya terserah Anda. Poinya adalah jujur, jangan hanya karena Anda ingin sekali diterima di posisi ini Anda rela menyatakan sanggup kerja lembur. Karena apapun jawaban yang anda berikan pada tahap wawancara ini, akan dijadikan pegangan pewawancara selanjutnya.

24. “Would you be willing to relocate if required?”. Yang perlu Anda lakukan adalah berfikir jernih, mempertimbangkan masak-masak kalau perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga jauh hari sebelum tahap wawancara dilaksanakan, sehingga tidak menimbulkan kebimbangan ketika masuk dalam tahap wawancara yang - selalu - membutuhkan jawaban cepat, tangkas dan tepat, ataupun permasalahan di kemudian hari.

25. “What have you learned from mistakes on the job?”. Sampaikan bahwa anda sangat concern dengan hal tersebut. Hal yang telah anda lakukan dalam menghadapinya adalah 1) mengambilnya sebagai pengalaman yang akan memperkaya khasanah pengalaman Anda 2) Tidak mencari pembenaran dan tidak terjebak kepada poin siapa yang bersalah, namun mencoba untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Masa lalu memang penting tapi tidak untuk diperdebatkan, yang terpenting adalah masa depan yang lebih baik.

26. “Do you think you are overqualified for this position?”. Menyatakan bahwa kualifikasi Anda telah sesuai dengan posisi yang ditawarkan, merupakan jawaban tepat dan sekaligus mampu menampilkan Anda sebagai seorang yang menghargai kemampuan dan kualifikasi Anda

27. “How do you propose to compensate for your lack of experience?”. Pertama, pewawancara tidak akan pernah tahu pengalaman Anda apabila tidak pernah Anda sampaikan, untuk itu sampaikanlah (jika ada). Apabila anda memang seorang fresh graduate, sampaikan bahwa Anda seorang yang cepat memperlajari hal baru (quick learner) dan pekerja keras (hard worker)

28. “What position do you prefer on a team working on a project?”. Dalam hal ini Anda perlu jujur. Apabila memang Anda mampu dan memiliki kualifikasi, tampilkan diri anda.

29. “What is the toughest problem you’ve had to face, and how did you overcome it?”. Berikan contoh spesifik permasalahan, dimana anda menggunakan kemampuan dan keahlian anda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Semakin besar permasalahan yang pernah Anda hadapi, tentunya semakin baik. Berikan penekanan kepada hasil positif yang telah Anda raih dari pengalaman tersebut. Sampaikan pula bahwa hal tersebut tidak terlepas dari kerjasama tim, namun tentu saja Anda perlu menggaris bawahi peran Anda di sana

30. “Do you have any questions for me?”. Sebisa mungkin Anda telah menyiapkan pertanyaan pada sesi ini, karena pertanyaan Anda dapat mencerminkan seberapa anusiasme Anda untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Beberapa pertanyaan yang dapat Anda sampaikan misalnya seperti: 1) When do you expect to make your final decision? 2) How soon will I be able to be productive? 3) What do you enjoy most about working here? 4) Is there anything I’ve mentioned that makes you think I’m not the best candidate for this job?

Namun jangan pernah mencoba menyampaikan 1) pertanyaan yang menunjukan bahwa Anda belum memahami perusahaan tempat Anda melamar. 2) pertanyaan yang justru berhubungan dengan Anda seperti “When will I be eligible for my first raise?” atau “How often will I be subjected to a performance review?”. Karena alih-alih memperoleh nilai lebih, Anda justru akan menghancurleburkan nilai yang telah Anda raih dengan susah payah sedari tahap awal wawancara berlangsung.

sumber: www.tipsanda.com












Rabu, 26 Agustus 2009

Bagaimana Mempersiapkan Lamaran Kerja yang Baik?

Bagaimana Mempersiapkan Lamaran Kerja yang Baik?

Lamaran kerja yang baik akan berisi seluruh dokumen pribadi yang relevan seperti surat lamaran, ijazah, kursus dan pelatihan yang pernah diikuti, piagam atau penghargaan yang pernah diterima serta yang paling penting adalah Curriculum Vitae (CV).

Menulis CV yang baik akan memberi keuntungan tersendiri bagi seorang pelamar. Bayangkan jika sebuah perusahaan menerima ribuan lamaran sekaligus. Akan banyak sekali yang tersingkir hanya gara-gara kurang mampu mengekspresikan diri dengan baik dalam CV sehingga perekrut gagal mengenali sisi unik dan potensi dari calon tersebut. Kandidat yang sebenarnya berkualitas bisa dengan mudah gagal hanya gara-gara perekrut tidak bisa melihat alasan mengapa harus memanggil orang tersebut untuk proses seleksi berikutnya.



CV yang baik harus dapat memberikan gambaran lengkap tentang diri Anda. Dapat menunjukkan potensi yang dimiliki, prestasi dan kinerja di masa yang lalu, serta memberi gambaran apa yang bisa diberikan dan dilakukan bagi organisasi yang merekrut Anda di masa depan.

CV yang baik selalu ditulis singkat, padat dan relevan dengan organisasi atau perusahaan yang dituju. CV yang baik tidak terlalu singkat sehingga orang yang membaca tidak bisa mengenal siapa Anda. CV yang baik juga tidak terlalu panjang sehingga perekrut menjadi bosan membacanya dan kesulitan menemukan informasi penting di dalamnya. Sebagai rule of thumb, 2 lembar cukup atau maksimal 3 lembar jika memang ada hal-hal penting dan relevan yang perlu ditulis untuk memperjelas siapa diri Anda.

Relevansi sangat penting bagi sebuah CV karena mewakili diri Anda sebagai pribadi. Karenanya, saya tidak menganjurkan seseorang membuat suatu CV lantas menggunakannya untuk melamar ke berbagai perusahaan pada industri yang berbeda-beda. Saya menyarankan untuk menulis CV secara khusus sesuai posisi yang Anda harapkan dan perusahaan yang dituju. Dengan demikian CV akan fokus dan Anda bisa mengelaborasi lebih baik aspek-aspek yang memang dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin Anda masuki serta menghilangkan hal-hal yang tidak relevan atau kurang penting untuk diketahui perusahaan tersebut. Dengan demikian Anda dapat membuat CV yang pas namun tetap singkat. Tips menulis CV ini akan saya coba tuangkan dalam posting berikutnya.

Bagaimana menunjukkan kekhususan diri kita dalam sebuah CV?

Saya paling sering membaca CV generic yang berisi biodata, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan selesai. Benar bahwa informasi tadi penting. Namun jauh lebih penting adalah bagaimana menunjukkan kekhususan dan keunikan diri Anda dalam CV sehingga seorang perekrut akan berkata “Aha, inilah orang yang sedang saya cari-cari!”

Informasi generic tadi bisa Anda kembangkan dengan informasi khusus diri Anda. Misalkan ketika SMU Anda pernah menjadi duta budaya, tulislah sedikit tentang itu, maka akan menjadi nilai tambah. Contoh lain ketika kuliah Anda sangat aktif dalam olahraga dan memiliki prestasi di sana, tulislah bagian-bagian yang relevan menceritakan pencapaian tersebut. Misalkan Anda pernah punya pengalaman dalam Karang Taruna dan melatih kepemimpinan di sana, ceritakan dan sampaikan kontribusi Anda di sana. Termasuk jika memiliki hobby yang unik dan bermanfaat, Anda bisa menjelaskan hobby tersebut apalagi jika berhubungan dengan pekerjaan yang Anda tuju.

Ingat, seorang perekrut yang membaca CV Anda juga manusia dan mereka ingin mengetahui sisi-sisi unik diri Anda asalkan tidak diceritakan secara berlebihan. Dengan membuat CV yang baik setidaknya membantu Anda lulus dalam tahapan seleksi paling awal, seleksi administratif. Jangan sampai Anda gagal hanya gara-gara dari dokumen yang Anda kirimkan, perekrut sudah tidak tertarik dengan Anda.

Saya selalu lulus dalam tes awal, namun seringkali gagal dalam wawancara. Apa yang terjadi?

Setelah sebuah perusahaan membaca lamaran dan CV Anda, biasanya ada tes berikutnya yang harus dijalani. Banyak kandidat sudah lulus dalam kedua tes tersebut namun gagal di tahap wawancara.

Pada tahap wawancara, seorang perekrut ingin memastikan seperti apa orang yang telah dia baca CV-nya. Apakah seperti yang diduga sebelumnya, lebih buruk atau bahkan lebih baik? Karena itu jangan lupa baca kembali CV Anda sebelum wawancara dan kuasai apa-apa yang Anda tuliskan di sana. Adalah hal yang aneh ketika seorang interviewer menanyakan sesuatu dalam CV Anda tapi Anda tidak tahu atau tidak dapat menjelaskannya.

Persiapan yang baik adalah kunci keberhasilan. Jangan lupa pelajari perusahaan yang Anda akan masuki. Kenali jenis produknya, budaya kerjanya, dan orang-orang seperti apa yang mereka cari. Dengan demikian, dalam proses wawancara Anda sudah bisa membayangkan apa yang sebenarnya ingin diketahui oleh pewawancara. Coba pelajari kembali apa-apa yang relevan dari diri Anda bagi perusahaan yang akan dituju.

Biasanya dalam wawancara kerja Anda akan diberi kesempatan memperkenalkan diri. Pergunakan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk menjelaskan diri Anda dan potensi serta keunikan yang Anda miliki. Jika perlu, latih secara khusus sebelum menghadapi wawancara sehingga Anda tampil meyakinkan. Ingat kesan pertama sangat penting dan akan membawa impresi yang baik pada proses wawancara berikutnya.

Anda juga biasanya akan diberikan kesempatan bertanya. Manfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan sesuatu yang berkualitas. Siapkan beberapa pertanyaan Anda sebelumnya sehingga ketika kesempatan tersebut tiba Anda dengan mudah menanyakannya.

Salah satu pertanyaan saya kepada hampir semua kandidat adalah: “Apa kelebihan diri Anda yang berbeda dari kandidat lainnya sehingga layak untuk diterima di perusahaan ini?”

Kebanyakan kandidat kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini menunjukkan banyak orang yang tidak mengenal dirinya, apa kelebihan dan kelemahannya, sehingga juga gagal menjelaskan kepada interviewer.

Sebelum wawancara, istirahatlah yang cukup sehingga tampil segar keesokan harinya. Berpakaian yang rapi dan bersikap rileks. Jawab pertanyaan dengan singkat tapi padat. Tunjukkan cara Anda memandang sebuah persoalan dan bagaimana Anda melihat sisi lain dari sesuatu. Bersikap jujur dan terbuka. Jika memang Anda tidak mengetahui jawaban atas suatu pertanyaan, jangan bersikap keras kepala dengan memaksakan jawaban yang ngawur sehingga perekrut melihat “kebodohan” Anda. Jika Anda masih bisa menjawabnya, coba jawab dengan sopan dan jelaskan bagian mana yang Anda kuasai. Ketika diminta contoh, jelaskan apa yang pernah Anda lakukan di masa lalu dan bagaimana Anda mengatasi suatu persoalan, menghadapi sebuah kesulitan atau berjuang untuk mencapai suatu target.

Sumber: www.muhammadnoer.com












Selasa, 25 Agustus 2009

Mengatasi Interview Kerja dengan Bahasa Inggris (part 1)

Wawancara kerja dalam Bahasa Inggris bagi sebagian pelamar kerja kadang masih merupakan tahap yang mendebarkan, menegangkan atau bahkan momok yang menakutkan.
Karena tahap wawancara merupakan tahap yang khusus yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan adjustment seorang pelamar dapat diterima atau gagal, tidak perduli hasil tes yang telah dilalui sebelumnya. Bagi pelamar kerja, sebenarnya hanya 3 cara yang dapat ditempuh untuk melewati tahap ini dengan melenggang. 1) Meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Anda, baik melalui mekanisme otodidak maupun kursus. 2) mengantisipasi materi Pertanyaan dan menyiapkan Jawaban terbaik untuk wawancara kerja bahasa inggris. 3) Terus berlatih sehingga Anda dapat tenang dalam menyampaikan jawaban-jawaban terbaik Anda. Untuk itu, terkait dengan mekanisme kedua, berikut ini Tips kupas tuntas jenis tentang pertanyaan yang sering muncul dalam tahap wawancara kerja Bahasa Inggris yang - setidaknya - bisa memberikan gambaran dan arahan Anda sebagai para pencari kerja:


1. “Tell Me About Your Self!”. Pertanaan ini merupakan pertanyaan klise yang paling populer pada tahap wawancara kerja dalam bahasa inggris. Dalam hal ini Anda harus dapat mendiskripsikan diri Anda dengan singkat, baik dari sisi pribadi maupun profesional. Ceritkan tentang hal-hal yang telah Anda kerjakan, berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Ceritakan dengan urutan masa lalu sampai dengan saat ini. Dan satu hal yang paling penting adalah jujur. Sebagai contoh misalnya seperti berikut ini : “I’m an experienced communications specialist with extensive knowledge of public information tools and techniques. I’ve developed comprehensive communication plans for major public events, written dozens of articles accepted by worldwide publications, and created specialized educational programs for adults and students. I am always eager to learn new methods and procedures, and have implemented continuous improvement techniques in my past positions that saved money and increased productivity. I like working with people and enjoy group projects, but am also a self-starter who doesn’t mind working on my own. I’m a volunteer with the local chapter of Special Olympics and enjoy participating in community events. My goals are to complete my Master’s Degree and broaden my experiences with community relations.”

2. “What experience do you have in this field?”. Sampaikan spesialisasi Anda/proyek yang pernah Anda kerjakan yang berhubungan dengan pekerjaan yang anda lamar. Namun apabila Anda tidak memilikinya, sebisa mungkin segera ditutup

3. “What do you know about this organization?”. Merupakan salah satu pertanyaan yang pewawancara perggunakan untuk mengetahui sejauh mana Anda mengenal perusahaan tempat Anda melamar. Untuk itu anda bisa menyiapkan diri dengan mempelajari profil perusahaan atau permasalahan-permasalahan hangat terkait dengan perusahaan tersebut melalui browsing internet atau brosur-brosur yang dapat Anda dapatkan di bagian front office, banking hall, dsb.

4. “Why do you want to work for this organization?”. Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang bersifat mendalam bergantung seberapa jauh Anda memahami perusahaan dan job requirement yang ditawarkan. Selain itu, Anda dapat melengkapinya dengan jawaban yang dihubungkan dengan company career path dan tujuan karir jangka panjang pekerjaan Anda

5. “Explain how you would be an asset to this organization?”. Pertanyaan ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk menguraikan kelebihan-kelebihan terkait dengan pekerjaan yang Anda lamar.

6. “Why should we hire you?”. Hampir mirip dengan pertanyaan no.5, sampaikan aset kelebihan Anda yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Namun jangan terpancing untuk menyebutkan/membandingkan kadidat-kandidat yang lain dengan diri Anda.

7. “Why do you want this position?”. Kembali, pengetahuan Anda tentang perusahaan ini dituntut untuk memberikan jawaban terbaik, yang akan membuat Anda unggul dibanding kandidat yang lain. Jelaskan spesifikasi kemampuan Anda sangat sesuai dengan visi & misi perusahaan. Misalnya, apabila anda pernah bekerja pada posisi sama di perusahaan sebelumnya, sampaikan bahwa Anda sangat berkeinginan meningkatkan kemampuan dan pengalaman yang telah Anda miliki, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi posisitf bagi perusahaan tersebut.

8. “Are you applying for other jobs?”. Pertanyaan ini sebetulnya hanya merupakan pancingan untuk mengatahui seberapa mantab Anda terhadap perusahan tersebut. Untuk itu, Anda jangan terlalu lama ‘bermain’ di area ini, segera akhiri pertanyaan itu dengan jawaban “No, I am not!”

9. “What motivates you to do your best on the job?”. Pertanyaan ini sebenarnya mengarah kepada diri pribadi dan karakter Anda, namun contoh bagus dan sederhana dalam menjawab pertanyaan ini adalah Challenge (tantangan), Achievement (prestasi) dan Recognition (pengakuan diri). Ketiga jawaban singkat di atas akan dapat mencerminkan bahwa Anda seorang yang berdedikasi.

10. “Do your skills match this job or another job more closely?”. Yakinkan pada pewawancara bahwa Anda hanya tertarik pada satu posisi jabatan yang ditawarkan. Kalaupun Anda sejujurnya tertarik pula dengan posisi lain, hal ini tidak perlu disampaikan. Sekali lagi pertanyaan ini dipergunakan untuk menilai kesungguhan Anda terhadap posisi yang ditawarkan dan kesiapan Anda bekerja.

11. “What kind of salary do you need?”. Merupakan pertanyaan yang pasti diutarakan pewawancara di akhir sesi wawancara kerja. Pertanyaan ini cenderung membebani dan relatif sulit untuk dijawab. Sehingga sebisa mungkin tidak dijawab. Namun apabila pewawancara memaksa, Anda dapat menjawabnya seperti ini: “I think that’s a tough question. Because I think it depend on the deatil of the job. So, Can you tell me the range for this position? “


12. “Are you a team player?”. Jawabannya harus, “Yes, I am”. Karena dalam suatu organisasi perusahaan, anda sudah merupakan bagian dari sebuah tim besar, untuk itu Anda haruslah mampu dan dituntut untuk dapat bekerja sama dan berkomunikasi dengan seluruh lini/unit kerja. Menyampaikan peran dan pengalaman Anda dalam sebuah tim, akan memberikan nilai tambah.

13. “What kind of person would you refuse to work with?”. Jangan menganggap remeh pertanyaan ini dan jangan terpancing untuk menyebutkannya. Karena begitu Anda menyebutkan kriterianya satu per satu, maka Anda akan dinilai sebagai seorang yang cengeng/perengek (whiner) yang nantinya akan mencerminkan diri Anda sebagai seorang yang disloyalty terhadap perusahaan atau bekerja dengan berorientasi pada individu. Anda dapat menjawabnya dengan, “There is no person’s character that I don’t want to work with. I can work with everone”

14. “Tell me about a problem you had with a supervisor!”. Ini merupakan pertanyaan jebakan. Hanya merupakan testing, apakah Anda akan menjelek-jelekan atasan-atasan Anda sebelumnya. Karena apabila Anda dapat membuka aib dan kejelakan atasan Anda sebelumnya, bukan tidak munkin Anda akan menjelek-jelekan atasn Anda yang baru, suatu ketika. Untuk itu, tetap berpikir positif dan hapus memori-memori anda apabila Anda memang pernah bermasalah dengan atasan Anda sebelumnya.


sumber: www.tipsanda.com












Jumat, 21 Agustus 2009

Cara Jitu Melamar Kerja Lewat Email

artikel ini dibaca 974 kali versi cetak beritahu teman Akhir-akhir ini banyak perusahaan yang meminta surat lamaran kerja dari para job seeker/ pencari kerja untuk dikirim melalui surat elektronik (email). Bagi anda yang masih bingung bagaimana caranya. Berikut kami sampaikan tips singkatnya :


1. Gunakanlah alamat email yang singkat, mudah diingat dan resmi, artinya gunakanlah nama yang meyakinkan, Jangan pernah menggunakan panggilan, sapaan yang aneh-aneh contoh :
2. yosymanis@…., cakepabis@…. dll.

3. Jika abda tidak punya email official, usahakan jangan menggunakan email dari provider gratisan local yang umumnya lambat. Gunakan saja yahoo.com. atau gmail.com yang lebih dikenal dan jelas bonafid.

4. Kirimkan berkas-berkas file dalam format. doc atau rtf. Pastikan isinya lengkap, dari data diri hingga curriculum vitae, dan termasuk foto. Beri nama file tersebut dengan nama Anda.

5. Untuk file berupa foto, atau mungkin Anda merasa perlu juga melampirkan salinan contoh hasil karya dan sertifikat, pastikanukurannya wajar, agar mudah dibuka.

6. Jika terpaksa mengirimkan gambar dalam jumlah banyak, satukan dalam format zip dan berilah nama yang jelas.

7. Selain berkas-berkas yang sudah lengkap, jangan lupa beri surat pengantar yang berisi uraian singkat, mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan tersebut. Ungkapan seperlunya, jangan berlebihan dan tidak perlu memasukan informasi-informasi yang tidak perlu.












Senin, 17 Agustus 2009

Tips Menghadapi Pertanyaan Sulit dalam Wawancara

WAWANCARA merupakan bagian dari proses seleksi karyawan yang sering membuat siapa pun yang menghadapinya ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara kerja sama sekali tak terduga, terutama pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.

Namun, tak berarti Anda boleh menyerah begitu saja. Selama Anda melakukan persiapan matang, semuanya dapat diantisipasi. Seberapa pun mepetnya waktu Anda sebelum menghadapi wawancara kerja, tak ada alasan untuk tak menyiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit. Pertanyaan apa saja yang dianggap sulit oleh sebagian besar pencari kerja dan bagaimana berkelitnya?


- Pertanyaan Bersifat Pribadi
Pertanyaan yang menyangkut rahasia pribadi sangat sulit untuk dijawab. Sayangnya, pewawancara sering mengorek masalah yang bersifat pribadi, misalnya menanyakan latar belakang Anda (orangtua, saudara, suami, anak, status, dan sebagainya). Terkadang, ada orang-orang yang tidak suka kehidupan pribadinya dikorek-korek.
Untuk merespons pertanyaan yang bersifat pribadi, Anda dapat memilih cara berikut:
- Menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran bahwa pertanyaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar.
- Bertanya dulu tentang relevansi dari pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar. Setelah itu baru berikan jawaban yang tepat, sesuai konteksnya.
- Anda bisa menolak untuk menjawab jika dirasa sangat mengganggu privasi. Gunaka cara-cara halus dan diplomatis agar si penanya tak merasa dilecehkan.

- Mengapa Anda meninggalkan perusahaan yang terakhir/Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sekarang?
Ini adalah pertanyaan sulit yang harus Anda tangani secara efektif. Perlu Anda camkan, apa pun jawaban Anda terhadap pertanyaan ini, Anda tidak akan ditawari pekerjaan. Sebaliknya, jawaban yang terkesan negatif atau lemah mampu menyisihkan Anda dari persaingan. Membuat Anda harus keluar arena.

Kalau Anda berhenti dari perusahaan kemarin tidak terlalu baik, berhati-hatilah menjawabnya. Cara terbaik adalah mengungkapkannya, tapi berikan jawaban secara diplomatis. Kalau alasan Anda karena adanya perampingan di tubuh perusahaan, Anda dapat langsung menjawabnya dengan baik, singkat, dan terus terang sehingga kepindahan Anda terkesan tidak bersifat pribadi.

Hindari jawaban emosional, seperti, “Saya sudah bete dengan perusahaan itu. Saya memilih berhenti karena saya sudah tidak tahan lagi dengan manajemennya.” Atau Anda menjawab,”Wajar saja saya minta berhenti, bosnya itu lho, aduh saya tidak cocok dengan beliau karena tidak capable banget sebagai atasan.”

- Mengapa Kami Harus Merekrut Anda?
Ini adalah kesempatan Anda untuk ‘menjual’ diri. Sebenarnya ini adalah alasan utama mengapa mereka perlu mewawancarai Anda. Untuk menyiasatinya, jawablah poin per poin tentang apa saja yang ingin Anda berikan pada mereka. Pastikan Anda mengatakannya dengan tepat mengapa mereka harus memberikan pekerjaan itu kepada Anda.

Catatlah apa saja yang membuat Anda unik. Jangan lupa tambahkan potensi yang ada dalam diri Anda, yang akan membantu membedakan Anda dari semua calon lain. Hindari memberikan jawaban yang umum, seperti, “Saya ini pekerja keras dan punya motivas yang tinggi terhadap pekerjaan. Saya juga bisa bekerja di bawah tekanan.” Kedengarannya terlalu biasa. Berilah jawaban yang lebih spesifik apa yang bisa Anda berikan pada perusahaan.

Anda bisa menjawab, ”Dengan keahlian dan pengalaman saya sekian tahun di perusahaan sejenis, dan pelatihan yang telah saya dapat di bidang (sebutkan), saya yakin dapat dengan cepat memberi kontribusi yang dibutuhkan setiap anggota tim di divisi ini.”

- Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?
Tujuan dari pertanyaan ini sebenarnya, mereka ingin tahu minat Anda bergabung di perusahaan tersebut dan apa yang membuat posisi itu begitu menarik perhatian Anda. Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan dan posisi tersebut.

Cari tahu kabar terakhir perusahaan yang dituju. Jangan hanya menjawab “Ya, karena suka saja.” Karena itu menunjukkan secara jelas ketidaksiapan Anda. Untuk mengalihkan pertanyaan dan menunjukkan Anda benar-benar tertarik, Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada si pewawancara, sehingga di mata mereka Anda terlihat lihai dan sungguh-sungguh berminat.

- Apa kelemahan Anda?
Anda boleh saja mengungkapkannya secara jujur, tapi jelaskan juga bagaimanaa Anda memperbaiki kelemahan sehingga jadi kelebihan. Kuncinya, mengangkat suatu kelemahan yang akan dirasakan sebagai kekuatan Anda.

“Kelemahan saya adalah tidak bisa mengatakan tidak. Seberat apa pun tugas yang diberikan, meski dengan tenggat yang tidak realistis, saya tetap tidak bisa menolaknya. Padahal ini kurang baik karena membuat orang lain tidak disiplin pada jadwal. Mungkin karena saya menganggap ini adalah tantangan, jadi saya memilih mengambilnya.”

- Apa kegagalan terbesar Anda?
Pertanyaan ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa hal itu penting, dan apa yang telah Anda pelajari dan capai dari kegagalan tersebut. Anda bisa mengungkapkan suatu kejadian di mana Anda telah berusaha sekuat tenaga, melakukan semuanya sesuai prosedur dan menunjukkan kreativitas Anda dalam mengambil keputusan, namun kegagalan itu tetap terjadi karena itu di luar kuasa Anda.

Atau, Anda dapat mengidentifikasi sebuah situasi di mana pada awalnya Anda gagal, tapi pada akhirnya Anda menuai keberhasilan. Ketekunan dan kemampuan Anda dalam menyelesaikan persoalan akan terlihat, serta menempatkan Anda dalam posisi yang baik di depan pewawancara.

- Berapa gaji yang Anda harapkan?
Inilah bagian tersulit dari wawancara. Jangan menyebut angka yang terlalu tinggi karena membuat mereka mengangkat dahi. Namun, hindari menyebut angka yang terlalu rendah yang mengesankan Anda murahan. Untuk amannya, cari tahu standar gaji perusahaan sejenis.

Anda boleh tidak langsung menyebutkan angka saat itu, tapi katakan Anda akan bernegosiasi bila Anda yakin diterima di perusahaan tersebut. Kalaupun Anda ingin mengatakan, jangan sebutkan angka pasti, melainkan kisarannya. Bila memungkinkan, sah-sah saja Anda bertanya balik kepada si pewawancara, kira-kira dengan kemampuan Anda berapa harga yang layak diberikan perusahaan untuk Anda.

Sesulit apa pun pertanyaan yang diajukan, pasti akan terasa mudah kalau Anda mempersiapkan diri. Kalau Anda selalu punya jawaban untuk pertanyaan sulit, maka 80 persen keberhasilan berada di tangan Anda.

sumber: www.untukku.com












Minggu, 16 Agustus 2009

Tips Mengirim Lamaran dengan Email (3)

Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar.


Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengirimkan balasan surat lamaran berbentuk email tersebut ke para pelamarnya.



Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah anda dapat mengkopi email lamaran anda sebelumnya dan menyesuaikannya.


Isi surat lamaran di email, sama dengan isi surat lamaran biasa. Perbedaaannya hanya pada cara pengirimannya saja. Sehingga semua tips & trick menulis surat lamaran kerja (silakan klik) tetap perlu anda ikuti.


Berikut ini tips dan trick menulis dan mengirimkan surat lamaran di email.


1. Judul Email


Judul email anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, anda dapat menuliskannya sebagai berikut “Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran”.


Catatan : Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.


2. Dimana Surat Lamaran Ditulis


Apakah surat lamaran ditulis di badan email atau di file tersendiri. Sesuai ketentuan umum berbagai perusahaan yang bergerak di bidang recruiting baik perusahaan nasional maupun multinational. Bahwa surat lamaran
(cover letter) dapat langsung ditulis pada badan email (di dalam email).


3. Bagaimana dengan Resume


Jangan menulis resume anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran (attach) email anda.


4. Jenis File Attachment yang Dikirim


Pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan anda untuk mengirimkan file berformat pdf atau xls atau txt. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume anda dalam file MS Word (.doc).


5. Ukuran/Bobot (Size) Email


Usahakan ukuran email anda termasuk lampirannya (attach) tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach (dilampirkan). Karena itu periksa besar file yang anda lampirkan. Jika anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang size-nya (bobot filenya) terlalu besar. Perkecil size-nya (bobot filenya) dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.


6. Dijadikan Satu dalam Bentuk ZIP


Bentuk file zip adalah bentuk file yang dimampatkan (dipadatkan) dan saat ini sudah umum dilakukan. Bahkan banyak perusahaan yang meminta agar file-file yang dilampirkan (di attach) dijadikan satu dalam sebuah file zip. Sehingga selain size-nya (ukuran file) menjadi lebih kecil/ringan, juga jumlah file yang dikirim (di attach) menjadi hanya satu file. Ini memudahkan pihak perusahaan dalam mendokumentasikan dan menyortir file-file dari pelamar.


7. File Attachment yang Terlalu Besar Akan Diabaikan


Dapat anda bayangkan sendiri, bila anda menerima kiriman file di email yang size-nya besar, misalkan sampai lebih dari 1 MB. Tentunya anda malas untuk membukanya (men-download-nya). Demikian juga dengan perusahaan yang menerima email lamaran kerja anda. Bila file attach-nya terlalu besar, otomatis perusahaan tersebut akan malas untuk membuka/mendowload file kiriman anda. Dengan kata lain anda telah gagal hanya di masalah pengiriman email saja. Jadi ikutilah tips nomor 5 di atas.


8. Lakukan Uji Coba Pengiriman Email


Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, anda juga perlu melakukan uji coba pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran anda, lengkap dengan attachment-nya ke alamat email anda yang
ainnya. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang anda tuju. Dengan melakukan uji coba terlebih dulu, maka anda dapat melihat sendiri hasil pengiriman email anda tersebut. Untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan bila diperlukan.


Uji coba pengiriman email ini SANGAT DIPERLUKAN. Karena sering kali format email yang anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Misalkan mengirimkan email dari Yahoo ke Gmail, atau sebaliknya.


Jika anda hanya mempunyai satu alamat email, anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo, Gmail, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.***













Kamis, 13 Agustus 2009

Kesan Terbaik, Kunci Sukses Wawancara Kerja

Banyak hal telah berubah dalam dunia pencarian kerja. Namun, ada satu yang tetap sama, yakni tentang bagaimana Anda harus menampilkan diri pada saat wawancara. Anda bisa saja mengirimkan lamaran via email, atau direkomendasikan oleh teman yang sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang Anda inginkan. Namun, Anda belum akan di-hire sampai pimpinan perusahaan bertemu langsung dan berbicara dengan Anda. Wawancara. Sejauh ini, itulah momok bagi para pencari kerja.

Dalam proses rekrutmen dan seleksi, wawancara merupakan tahapan yang penting ketika perusahaan dihadapkan pada lebih dari seorang kandidat yang memiliki kriteria dan latar belakang yang kurang-lebih sama. Atau, tahapan ini menjadi demikian menentukan ketika posisi yang lowong membutuhkan calon yang memiliki keterampilan-keterampilan interpersonal dan komunikasi, dengan kualifikasi teknis tertentu.


Chairman dan CEO Robert Half International, perusahaan spesialis penempatan tenaga kerja pertama dan terbesa di dunia, Max Messmer yang menulis buku laris Job Hunting for Dummies menegaskan, kunci sukses wawancara terletak pada kesan pertama yang Anda tinggalkan kepada pihak perusahaan.

Messmer mencontohkan, banyak kandidat yang melakukan “kesalahan” dengan memperlihatkan aksi yang lebih menarik perhatian ketimbang jawaban-jawaban yang diberikannya selama wawancara. “Ada kandidat yang ketika menunggu di lobi sambil makan, ada yang memain-mainkan pupennya selama wawancara dan ada yang mengenakan pakaian dan tas dalam warna dan ukuran yang mencolok,” rinci dia.

Menurut Messmer, persiapan mutlak diperlukan jika Anda hendak menjalani wawancara kerja.

1. Do the research
Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang memadai tentang calon perusahaan Anda, sejarahnya, industrinya dan sebagainya. Jika memungkinkan, cari tahu juga tentang orang yang akan mewawancarai Anda. Dengan bekal itu, Anda akan memberikan kesan yang lebik baik dalam wawancara nanti.

2. Clarify your objectives
Sebelum melamar sebuah posisi yang ditawarkan, pastikan terlebih dahulu minat dan tujuan karir Anda. Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa Anda menginginkan posisi itu, dan Andalah orang yang cocok.

3. Get your questions ready
Jadilah partisipan yang aktif selama wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang relevan, berdasarkan hasil riset yang telah Anda lakukan.

4. Don’t forget the “small” things
Perhatikan posisi duduk, membuat kontak mata, tidak berbicara terlalu cepat…kedengarannya sepele, tapi bukankah Anda ingin pewawancara fokus pada apa yang Anda katakan, dan bukan apa yang Anda lakukan?

5. Dress smart
Jangan anggap remeh kekuatan dari penampilan profesional. Ini adalah saat pertama pihak perusahaan melihat Anda, suka atau tidak, apa yang Anda kenakan bisa mempengaruhi proses berikutnya.

Sumber : portalhr.com













Tips melamar kerja lewat internet

Banyak jalan untuk mencari pekerjaan. Termasuk lewat aplikasi lamaran yang ada di internet. Sangat mudah dan cepat, namun Anda tak boleh menyepelekannya.

1. Putuskan apakah Anda mau memasukkan lamaran lewat situs-situs resmi perusahaan yang dituju atau lewat portal forum lamaran kerja.


2. Masukkan biodata jelas Anda, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan lokasi tempat tinggal ketika memasukkan lamaran. Masukkan juga angka pendapatan pasti atau yang Anda harapkan, jika memungkinkan. Masukkan informasi diri sedetil mungkin sebagai referensi.

3. Ketika memasukkan resume Anda lewat situs pencarian kerja, pastikan lamaran telah disusun dengan baik dengan format tulisan yang benar. Usahakan rapi dan enak dibaca. Perhatikan ukuran huruf dan jenis tulisan. Sebagai standar Anda bisa gunakan jenis huruf Arial, Verdana atau Times New Roman dengan ukuran berkisar 10 hingga 12. Jika diperlukan minta bantuan pada yang ahli.

4. Kirimkan pula sampul pembuka surat lamaran. Di sana Anda bisa mencantumkan bagian apa yang ingin Anda masuki dalam perusahaan tersebut. Ini akan memudahkan mereka melihat lamaran Anda. Jangan lupa kembali cantumkan alamat dan telpon Anda agar mudah dihubungi.

5. Masukkan lamaran hanya pada posisi kerja yang terbaik menurut keahlian dan pengalaman Anda. Anda bisa mencari berbagai macam kategori lamaran di beberapa situs terkenal pencari kerja. Anda bisa mendaftarkan diri di sana. Bukan hanya berbagi lowongan, namun situs ini biasanya juga memberikan tips-tips jitu dunia kerja. Tak ada ruginya bukan.

6. Setelah memasukkan lamaran, pantau terus perkembangannya. Apakah perusahaan tersebut sudah menutup posisi yang Anda incar. Biasanya jika lolos Anda akan dihubungi. Untuk memastikan apakah lamaran Anda sudah diterima, tak ada salahnya Anda menghubungi perusahaan tersebut.

7. Update lamaran Anda sesering mungkin.


Sumber: www.detik.com












Rabu, 12 Agustus 2009

Sukses Wawancara dengan Jawaban Taktis dan Menjual

Surat lamaran kerja yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa orangnya juga seoptimis apa yang dibeberkannya dalam berkas-berkas itu. Begitu pewawancara menanyakan hal yang sederhana saja, seperti “Ceritakan diri Anda dalam beberapa kalimat,” banyak pelamar yang tergagap-gagap. Yang sering terjadi, bukannya memberikan jawaban sesuai yang diminta, melainkan justru merendahkan dengan mengatakan, “Ah, saya orangnya biasa-biasa saja.”



Selama ini memang banyak tips-tips konvensional yang menyarankan agar orang sebaiknya merendahkan diri ketika menghadapi wawancara kerja, sebagai upaya untuk mencuri simpati pewawancara. Tapi, zaman sudah berubah. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa Anda sebenarnya tidak yakin dengan diri Anda. Perusahaan masa kini tidak membutuhkan karyawan seperti itu.

Yang diperlukan sekarang adalah jawaban yang taktis, yang menunjukkan siapa diri Anda dan layakkah Anda bergabung dengan perusahaan yang sedang Anda lamar. Ini contoh jawaban yang taktis, ketika Anda diminta menceritakan diri Anda.

“Saya Rina, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Di situ saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Saya juga senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meskipun bukan jawaban yang berbunga-bunga, tapi si pewawancara telah menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu yang besar. Dengan kata lain, itu jawaban yang cukup cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana yang bersangkutan menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan pada posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu –cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang tak dibuat-buat.

Kesimpulannya, kalau Anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa Anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Buatlah beberapa poin tentang kemahiran Anda serta hal-hal yang Anda sukai dan inginkan untuk masa depan Anda. Setelah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakannya dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis

www.loker.we.id












Sabtu, 08 Agustus 2009

Tips Melamar Kerja Bagi yang Belum Pernah Lolos Melamar Kerja

Sudah ribuan lamaran kerja dikirim tapi belum ada balasan? Mungkin salah satu tips dibawah ini adalah masalahny.


1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls , sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn ,
rdri thn 1999 - 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma , di bag cln srv. dri thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu. dri thn 2005- smp skrg jd tkg pkr di BIp

2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN

sebagai bahan pertimbangan bapak , bersama ini saya sertakan :
a. foto copy KTP bapak saya
b. pas foto saya waktu disunat
c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya
d. bon hutang selama 1 tahun
e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya

3. BAHASANYA SOK GAUL

Dgn hromat banget , boss!!!!
halo boss , capee deeehhh!!!! apa kabar nich…..? baik baik aja dong , iya kan
iya dong , bener kan bener dong….? saya mo ngelamar kerja nich..boleh
dong…please…boleh ya…?

4. BAHASANYA SOK PREMAN.

gue pernah kerja di kantor bokap , tapi lantaran gue sering bolos sama sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!!
makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo , ga usah khawatir soal jabatan deh…..gue sih yg penting dibayar gede sama elo. ok deh!! gue tunggu panggilan kerja dari elo di rumah gue , kalo sampe tiga hari belom juga ada panggilan , elo bakal tau sendiri akibatnya….!!!!!!!

5. BAHASANYA SOK AKRAB.

Dengan hormat ,
hai apa kabar nih…? baik baik aja kan…?
saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat wal afiat, semoga kamu juga baik baik aja seperti saya disini. ngomong ngomong gimana kabar anak anak , sehat kan..? istri pasti makin cantik aja…..salam aja ya buat mereka. oya ..hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan kamu bisa kan..?

6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE.

Dengan hormat,
setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di ibukota , saya sangat tertarik dengan iklan yang anda muat disitu. oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya , dengan surat lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua , bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi…













Jumat, 07 Agustus 2009

Mengapa Sampai Sekarang Saya Belum Dapat Kerja Juga ?

Sebenarnya mungkin kualifikasi anda termasuk ke dalam salah seorang yang sedang dicari-cari. Tetapi kenapa sampai sekarang anda belum juga dapat pangilan? Atau bisa jadi anda sudah berulang kali dapat panggilan wawancara namun selalu berujung dengan ditolak. Jika demikian halnya, bisa jadi perlu ada yang anda evaluasi. Mungkin CV anda kurang praktis dan tidak representatif. Atau barangkali sikap dan kata-kata anda selama wawancara meninggalkan kesan yang kurang baik.


Kesalahpahaman atau kekurangan informasi antar-pelamar maupun tempat kerja yang membutuhkan, seringkali terjadi. Oleh karenanya, kedua belah pihak jadi terus-terusan mencari, tanpa menyadari, sebenarnya, yang dicari sudah ada di depan mata. Hal semacam ini sebenarnya bisa dihindari. Memang banyak hal-hal yang seringkali menjadi syarat tak tertulis yang perlu anda ketahui sebelum melangkah ke dunia kerja.Caranya untuk tahu adalah dengan banyak bertanya. Bekali diri anda dengan berbagai pengetahuan , sebelum anda terjun ke dunia professional . Tanya pada mereka yang sudah lebih dulu bekerja, perbanyak membaca supaya tidak ketinggalan informasi, dan yang penting, jangan bosan menimbun ilmu dan info terbaru. Sekarang ini teknologi sudah semakin maju. Komunikasi tidak lagi terhambat oleh ruang dan waktu. Bekerja tidak lagi harus ke kantor, tapi bisa dilakukan di rumah dengan media internet sebagai penghubung.

Sebab itulah, dengan berubahnya waktu, gaya dan kebutuhan juga berubah.Kini yang banyak dicari justru orang-orang yang bisa berkembang dan dinamis. Yang bisa mengikuti arus gerak dan perputaran dunia profesi , penuh inisiatif, smart, tidak mudah stress, dan tetap bisa having fun. Punya mobilitas tinggi, tidak gagap teknologi, dan dapat dipercaya. Bagaimana, apakah anda termasuk salah satunya?

sumber: www.loker.web.id












Rabu, 05 Agustus 2009

Kelebihan dan Kelemahan Mengirimkan Lamaran Online

Tak dapat disangkal lagi bahwa adanya internet dengan fasilitas email membuat suatu terobosan baru dalam melamar pekerjaan. Cara konvensional dengan berburu iklan lowongan di koran setiap sabtu dan minggu, untuk kemudian mengirimkan lamaran tertulis melalui pos, perlahan mulai ditinggalkan.


Memang pada awalnya orang berpikir bahwa prosedur melamar pekerjaan secara tertulis akan musnah seiring dengan memasyarakatnya penggunaan internet. Namun hingga saat ini, iklan lowongan pekerjaan di koran justru semakin banyak dan pengiriman lamaran tertulis tak juga punah.


Segala kemudahan mengirim lamaran online baik melalui email atau dengan proses online apply yang disediakan oleh situs lowongan pekerjaan, pada awalnya disambut dengan sangat antusias. Baik bagi para employer (perusahaan) ataupun pencari kerja.
Dari sisi pencari kerja, terdapat penghematan luar biasa dimana biaya pos yang mahal dapat ditekan berganti dengan biaya ngenet yang jauh lebih murah. Bagi perusahaan juga begitu, mereka tidak perlu harus tenggelam ke dalam tumpukan dokumen kertas yang berjibun.


Tapi akhir-akhir ini, terjadi kecenderungan bahwa pihak employer kini lebih memperhatikan lamaran yang dikirim dengan cara konvensional. Alasannya, mereka yang mengirimkan lamaran dengan cara ini lebih antusias dan menaruh perhatian terhadap lowongan pekerjaan yang mereka buka.


Karena menurut para employer, mereka rela membayar lebih mahal, memeras tenaga lebih besar, dan membuang waktu lebih banyak ketimbang mereka yang mengirim lamaran lewat email ataupun online apply yang kerapkali tidak muncul saat panggilan test / wawancara. Sebab mereka yang melamar secara
online seringkali sekedar iseng-iseng karena saking mudahnya mengirimkan lamaran.


Di lain pihak ada salah seorang HRD pernah berkata bahwa ia lebih suka memanggil calon karyawan yang melamar melalui lamaran tertulis via pos dengan alasan yang sangat sederhana, karena ia tak perlu lagi mencetak softcopy dokumen dari kandidat yang akan ia wawancara.


Kecenderungan ini muncul karena penyalahgunaan kemudahan pengiriman lamaran online oleh para pencari kerja. Main kirim lamaran online tanpa mempedulikan kriteria yang ditentukan oleh pemasang iklan lowongan kerja dan main klik online apply tanpa peduli apakah ybs mau hadir dalam wawancara atau test.


Oleh karena itu, gunakan dengan bijak kemudahan teknologi sehingga tidak membuat orang merasa dirugikan












Selasa, 04 Agustus 2009

Tips Membuat Email untuk Melamar Kerja

Membuat email yang digunakan khusus untuk melamar kerja juga bagian penting dalam melamar pekerjaan yang harus Anda perhatikan. Pastikan bahwa email yang Anda buat dapat bertahan lama, karena jangan sampai Anda harus bergonta-ganti email, sebab boleh jadi perusahaan yang berminat dengan Anda mengirimkan panggilan wawancara atau tes melalui email.

Sering terjadi lamaran yang kita kirim via email tak mendapat balasan hingga kita melupakannya namun beberapa bulan kemudian dibalas melalui email. Maka dari itu pastikan email Anda bisa bertahan lebih dari satu tahun. Dibawah ini ada beberapa tips membuat email untuk melamar pekerjaan :


1. Buat alamat email di webmail service yang terkemuka baik yang berbayar (CBN, Indosat, Centrin, dsb) maupun gratis (Yahoo, Google, dsb). Hindari menggunakan jasa webmail service yang tidak jelas, selain belum tentu bisa eksis dalam waktu lama, informasi privacy Anda bisa disalahgunakan.


2. Jangan menggunakan nama alamat email yang terkesan nyeleneh atau porno, misalnya: mambu@yahoo.com, fu*k@gmail.com, dsb. Kredibilitas Anda langsung jatuh di mata HRD. Disarankan sekali kalau bisa menggunakan nama pribadi contoh : abdulloh.kadir@gmail.com.


3. Sebaiknya Anda membuat email yang memiliki kemampuan POP3 sehingga Anda dapat mendownload email ke software email client seperti Outlook. Dengan demikian kita dapat memantau email dengan lebih cepat dan seksama tanpa harus berlama-lama mengecek email langsung di webmail service.












Tips Melamar Kerja via Email



Banyak orang mungkin masih merasa lebih ’sreg’ mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan melalui pos ketimbang email. Namun, di era yang sangat dinamis dan serba cepat ini, pihak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tak jarang justru meminta kandidat untuk mengirimkan resume-nya via email. Nah, jika memang demikian halnya, maka mau tak mau kita harus mengikutinya. Mengirimkan aplikasi melalui email memang sedikit berbeda dengan jika mengirimkannya lewat jasa pos. Ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan oleh kandidat, sebagai berikut:

1. Gunakanlah alamat email yang mudah singkat dan mudah diingat dan “resmi”. Artinya, gunakanlah nama yang meyakinkan, jangan nickname yang aneh-aneh, misalnya justordinarygirl@…, negromanis@…, youngandcoolguyz@…Pakai saja nama Anda sendiri.

2. Kalau Anda tidak punya email official, usahakan jangan menggunakan email dari provider gratisan lokal yang umumnya lambat. Gunakan saja yahoo.com atau gmail.com yang lebih dikenal dan jelas bonafid.

3. Kirimkan berkas-berkas file dalam format .doc atau .rtf. Pastikan isinya lengkap, dari data diri hingga curriculum vitae, dan termasuk foto. Beri nama file tersebut dengan nama Anda.

4. Untuk file berupa foto, atau mungkin Anda merasa perlu juga melampirkan salinan contoh hasil karya dan sertifikat, pastikan ukurannya wajar, agar mudah dibuka.

5. Jika terpaksa mengirimkan gambar dalam jumlah banyak, satukan dalam format .zip dan berilah nama yang jelas.

6. Selain berkas-berkas yang sudah lengkap, jangan lupa beri surat pengantar yang berisi uraian singkat, mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan tersebut. Ungkapkan seperlunya, jangan berlebihan dan tidak perlu memasukkan informasi-informasi yang tidak relevan.

sumber: www.loker.web.id











Minggu, 02 Agustus 2009

Melamar Pekerjaan Lewat Email

Menarik sekali penggunaan email khususnya dalam konteks melamar pekerjaan, seperti berikut ini :

Proses mencari pekerjaan adalah masa paling mendebarkan sekaligus melelahkan. Banyak tenaga, waktu, dan biaya yang terbuang saat melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan. Tapi keadaan ini dapat berubah dengan adanya e-mail sebagai salah satu cara alternatif mengirimkan surat lamaran.

Cara ini relatif lebih hemat tenaga, waktu dan biaya serta cepat sampai di tangan perusahaan yang di maksud. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan saat ingin mengirimkan lamaran kerja melalaui e-mail:

Ada dua cara mengirimkan lamaran melalui e-mail, yaitu dengan attachment atau menggunakan kotak pesan yang tersedia. Akan lebih profesional bila anda mengirimkan resume melalui attachment atau dalam bentuk PDF file. Kecuali bila perusahaan yang dituju menginginkan cara biasa menggunakan kotak e-mail yang tersedia.
Tulislah bidang pekerjaan atau kode pekerjaan (bila ada) yang anda inginkan di subyek e-mail.
Sebaiknya bagian pengantar surat lamaran kerja dituliss dibagian kotak e-mail. Sedangkan bagian curriculum vitae berikut ijazah dan sertifikat dapat anda lampirkan dalam bentuk attachment. Tulislah semenarik mungkin bagian pengantar ini, agar penerima lamaran tertarik untuk mengetahui anda lebih lanjut dengan membuka attachment yang telah dikirim.
Seperti halnya surat pengantar pada surat lamaran kerja biasa, sebaiknya bagian pengantar tak perlu terlalu panjang. Cukup menjelaskan kecocokan kualifikasi anda secara umum dengan pekerjaan yang diinginkan.
Sebaiknya ijazah dan sertifikat anda telah di-scan terlebih dahulu agar dapat diikutsertakan dalam surat lamaran ini. Sedikit banyak kelengkapan dokumen anda menjadi salah satu nilai plus sehingga panggilan kerja pun lebih cepat datang.
Sebelum mengirimkan surat lamaran kerja yang dimaksud, sebaiknya anda melakukan percobaan dengan mengirimkan surat tersebut kealamat e-mail teman yang memiliki type e-mail berbeda. Hal ini untuk mengetahui apakah e-mail yang anda kirim akan terlihat sama di tangan penerima. Periksalah bila terjadi perbedaan dengan draf e-mail yang anda miliki. Bila tidak terjadi perbedaan, silahkan teruskan ke alamat e-mail perusahaan yang dimaksud.
Pada umumnya, format penulisan curriculum vitae menggunakan banyak fitur huruf seperti tanda strip, huruf italic, atau bold yang belum tentu terlihat sama pada system computer perusahaan penerima. Untuk itu, anda dapat menyimpan file kedalam bentuk ASCII,Text Only, DOS Text, atau HTML.

www.kompas.com












Sabtu, 01 Agustus 2009

Sepuluh persiapan matang dalam melamar kerja

Berikut ini ada beberapa tips untuk mempersiapkan melamar kerja secara matang. Banyak yang harus anda pikirkan dan pertimbangkan dalam melamar kerja maupun ketika saat wawancara.


Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menuliskan surat lamaran kerja can Curiculum Vitae, yakni:

Surat dan dokumen yang tidak lengkap
Periksa dahulu kelengkapan dokumen Anda sebelum melangkah ke luar dari rumah. Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang berakibat ditolaknya permohonan kerja. Jika Anda termasuk orang yang ceroboh, mintalah bantuan kerabat dekat atau teman untuk memeriksa dokumen yang dibutuhkan.

Mencantumkan referensi terlalu banyak
Referensi dalam curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup memang penting. Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda memiliki mental suka menonjolkan diri dan tidak percaya pada kemampuan sendiri.

Melebih-lebihkan keterampilan
Umumnya penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Malahan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.

Jangan meremehkan hobi
Bila Anda memiliki hobi unik yang diperkirakan bisa membantu kreativitas kerja, tak ada salahnya dicantumkan dalam CV. Biasanya pimpinan perusahaan lebih menyukai pekerja yang berbakat dalam bidangnya. Bila kegemaran itu merupakan faktor penting dalam posisi yang dilamar, ada baiknya ditulis sesudah perincian pengalaman kerja.

Salah tulis atau sebut nama
Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang.

Sedangkan ketiaka anda akan melakukan interview (wawancara kerja), maka perhatikan hal-hal berikut:

Datang terlambat
Kebiasaan jam karet yang biasanya bersifat menular sebaiknya ditinggalkan. Banyak perusahaan asing yang tidak mentoleransi keterlambatan calon pelamar, khususnya ketika diundang untuk mengikuti serangkaian tes. Untuk mengatasinya, cobalah sehari sebelum tanggal tes melakukan survai. Tambahkan setengah jam dari waktu tempuh yang diperlukan.

Berpakaian kurang sopan
Keberhasilan bisa jadi dimulai dari pandangan pertama. Penyeleksi tentu akan mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja pada saat melakukan wawancara. Karena itu hindari pemakaian aksesori yang berbeda dengan adat kebiasaan.

Bicara berbelit-belit
Wawancara merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan segala keinginan yang terpatri dalam diri Anda. Pewawancara pasti akan menanyakan semua segi dalam hubungannya dengan isi CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap.

Meminta fasilitas
Ada kalanya gaji yang ditawarkan kepada Anda lebih rendah dari yang Anda harapkan. Tapi, jangan coba-coba meminta fasilitas tertentu yang tidak disediakan perusahaan seperti antar-jemput, uang transpor, uang makan, dll.

Lupa memotong rambut
Rambut gondrong kebanyakan tidak disukai perusahaan, kecuali profesi yang Anda cari berhubungan dengan hal-hal yang tidak membutuhkan kerapian.Masih banyak kelalaian lain yang ditemui di lapangan. Namun, ada yang masih dalam batas toleransi, ada pula yang jarang dikerjakan oleh kebanyakan orang.Ada satu hal yang perlu diingat, tidak selamanya kepintaran seseorang akan menghasilkan pekerjaan bagi dirinya. Masyarakat kita masih mendudukkan moralitas di atas intelektualitas. Apa gunanya jika memiliki inteligensia tinggi, tetapi moralnya rendah.












 
Jatim Jobs - Lowongan Kerja Jawa Timur. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.